More than just a word

Anything, Everything, and All the Things..

Bekerja dari Rumah: Jangan Dikira Gampang!

8 Comments

Dari remaja, aku bercita-cita menjadi seorang penerjemah atau penulis, yang bekerja dari rumah. Tidak perlu ke kantor, tidak perlu berseragam rapi, dan tidak perlu mandi. Karena pada dasarnya, aku memang lebih suka menyendiri, tidak begitu suka dengan keramaian, dan malas berdandan. Lagipula, dengan bekerja dari rumah, kan bisa sambil mengerjakan pekerjaan rumah dan mengasuh anak, begitu pikirku saat itu.

Image credit: parenting.co.id

Image credit: parenting.co.id

Tahun demi tahun berlalu, aku lulus kuliah, menikah, melahirkan. Ya, aku sekarang menjadi seorang Ibu! Selepas melahirkan, aku ingin fokus mengurus bayiku dan memberinya ASI eksklusif. Aku pun memutuskan untuk bekerja dari rumah saja, seperti yang aku impikan sejak dulu. Aku menerjemahkan mulai dari buku, artikel, dokumen, dan sesekali menulis artikel. Tapi tebak apa? Ternyata semua tidak semudah yang aku bayangkan! Tidak mudah untuk mengurus bayi sambil dikejar deadline pada saat bersamaan. Benar-benar jauh dari ekspektasiku. Tidak seperti gambar-gambar di majalah yang memperlihatkan ibu bekerja dengan tersenyum. Faktanya, aku baru mulai bisa bekerja saat puteriku tengah pulas atau asyik bermain sendiri. Dengan catatan, pekerjaan rumah (cucian yang menumpuk, memasak, menyapu, beres-beres) sudah selesai. Saat puteriku terbangun atau mulai rewel, maka aku harus segera menghentikan pekerjaanku untuk menghampirinya. Tidak jarang aku menyusui sambil membuka surel atau mengetik. Tidak jarang aku menolak beberapa tawaran bertenggat super ketat. Waktu 24 jam sehari semalam terasa tidak cukup. Aku harus membagi waktu antara pekerjaan profesional, anak, dan urusan rumah yang hampir tidak ada selesai-selesainya. Lelah. Hanya itu yang kurasa saat itu.

Aku ‘kaget’ dengan kehidupan baruku ini: ternyata begini. Menjadi seorang ibu, yang bekerja dari rumah, aku kira, hanya sebatas bekerja sambil mengawasi anak. Tapi lebih dari itu, anak tidak hanya butuh diawasi saja. Saat ada masalah dengan kesehatannya, dengan pola makannya, saat menangis semalaman, kita harus mencari tahu penyebabnya dan mencari solusi yang tepat. Kita juga dituntut untuk terus mencari ilmu, bagaimana mendidiknya, merawat kesehatannya, menjaga perasaannya. Dan semua cukup menyita waktu dan pikiran. Ya, waktuku terbagi, pikiranku terbagi! Bahkan untuk menulis blog ini saja, aku harus menunggu hingga puteriku terlelap. Bekerja sambil mengurus anak? Siapa bilang itu gampang? (Oke, aku yang bilang. Tapi dulu, waktu masih belum merasakannya).

Sekarang puteri cantikku telah berusia sepuluh bulan. Sepuluh bulan sudah aku menjadi seorang ibu, yang bekerja dari rumah. Sedikit-sedikit aku mulai bisa mengelola waktuku, walau kadang keteteran juga, karena semakin besar, anakku semakin aktif dan lincah. Terkadang saat ibunya sedang mengetik, ia ikut-ikutan ‘membantu’ mengetik juga, dengan jari-jari mungilnya menggaruk-garuk papan tik, yang membuat tab-tab pekerjaanku hilang, sambil terkekeh-kekeh. Atau ia menarik-narik bajuku, merayuku mengajak bermain. Kalau sudah begini, aku akan berhenti sejenak (kenyataannya lebih dari sekadar ‘sejenak’) untuk bermain dengannya, membacakan cerita, mengajak jalan-jalan, atau mendengarnya ‘curhat’ ala bayi.

Hmm, sepertinya aku perlu membaca buku “Sukses Bekerja dari Rumah” tulisan Brilyantini yang diterbitkan oleh Stiletto Book. Agar aku lebih paham mengenai manajemen waktu, menarik ilmu dari pengalaman-pengalaman serupa dari para wanita hebat yang lebih senior di bidang ini, dan mendapat inspirasi dari mereka. Aku ingin sukses dengan karirku, aku juga ingin sukses menjadi seorang ibu. Aku ingin membuat anakku bangga memiliki ibu sepertiku, aku ingin membuat suamiku bangga memiliki istri sepertiku. Aku pasti, akan membuat mereka bangga padaku.

Image credit: stilettobook.com

Image credit: stilettobook.com

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis “Asyiknya Bekerja dari Rumah”

Author: keiria

A mother

8 thoughts on “Bekerja dari Rumah: Jangan Dikira Gampang!

  1. iya…baru konsentrasi tiba-tiba ada yang ‘bantuin’. good luck ya mbak

  2. sukses ya mba, saya rencana juga mau ikutan nih, makanya blog walking biar ada ide

  3. iya, sama nih kayak saya nunggu anak anak tidur biar mereka gak “bantuin”. semoga sukses GA nya mba

  4. Pengin juga sukses bekerja dari rumah nih🙂

What's Your Opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s