More than just a word

Anything, Everything, and All the Things..


Leave a comment

Is it what they call distance??

Entahlah..

Secara fisik, jarak pendek atau jauh..

Tapi yang jelas aku semakin merasakannya..

Ya, ia semakin terasa..

Sepertinya enggan untuk mendekat..

Tanpa aku tahu alasannya, namun aku bisa mengerti, keadaan memang tak selalu sama..

Jarak.. bisa saja ia terasa semakin memanjang, seperti karet..

Ya, aku harap bisa seperti karet..

Ketika sudah berada di tititk terjauh, ia bisa kembali lagi dengan cepat!

Kalau begitu, biarkan saja ia semakin menjauh dan jauh..

Jika pada akhirnya akan kembali dengan begitu sangat cepat..

Advertisements


2 Comments

Tindakan Sederhana

Suatu hari sepulang sekolah, Mark melihat seorang anak laki-laki tersandung dan menjatuhkan semua buku yang dibawanya, bersama dengan dua sweater, pemukul bisbol, sarung tangan, dan sebuah tape recorder kecil. Mark menghampiri dan membantu memunguti barang-barangnya yang berserakan. Karena arah jalan pulang mereka sama, Mark membantu membawakan sebagian dari barang-barangnya. Nama anak laki-laki itu adalah Bill, dia sangat menyukai video games, bisbol, dan pelajaran sejarah. Dia mengalami banyak kesulitan dengan mata pelajaran lain.

Mereka sampai di rumah Bill terlebih dahulu dan Bill mengajak Mark untuk mampir di rumahnya. Mereka menonton TV, mengobrol, dan tertawa bersama. Tidak terasa, hari sudah mulai gelap dan Mark pun pulang. Kebersamaan mereka berlanjut di sekolah, hingga akhirnya mereka lulus SMP dan masuk SMA yang sama. Akhirnya, akhir tahun di SMA yang dinantikan pun tiba. Tiga minggu sebelum kelulusan, Bill mengajak Mark berbicara.

Bill mengingatkan Mark pada hari ketika mereka pertama bertemu. “Kau tahu kenapa aku membawa pulang begitu banyak barang-barang saat itu?” tanya Bill. “Aku baru saja mengosongkan lokerku agar tidak berantakan bagi orang lain. Aku mengambil obat tidur ibuku dan aku berencana untuk bunuh diri

Image Credit: 123rf.com

. Tapi setelah kita menghabiskan waktu untuk mengobrol dan tertawa bersama,

aku sadar bahwa jika aku bunuh diri, aku akan kehilangan segalanya. Kau lihat, Mark, saat kau membantuku mengambil buku-buku itu, kau telah melakukan lebih. Kau menyelamatkan hidupuku.”

-John W. Schlatter (true story)

SOURCE

Originally translated by: Nisa Khoiriyah


3 Comments

Gangguan Pendengaran

Seorang pria merasa pendengaran istrinya tidak lagi sebaik dulu dan dia berpikir bahwa istrinya mugkin membutuhkan alat bantu dengar. Kemudian, dia pun menghubungi seorang dokter untuk membahas masalah ini. Dokter itu memberinya saran untuk mengetahui seberapa jauh gangguan pendengaran yang dialami istrinya.

“Coba lakukan hal ini,” kata Dokter, “berdirilah sejauh 12 meter darinya, dan berbicaralah dengan nada suara yang normal untuk melihat apa dia mendengarmu. Jika tidak ada respon, mendekatlah sampai 9 meter, dan terus mendekat sampai dia memberi respon.”

Sore itu, ketika istrinya sedang memasak untuk makan malam, sang suami berkata dalam hati, “sekarang aku berada sekitar 12 meter darinya. Coba dulu, ah.” Kemudian, dengan nada suara yang normal, dia bertanya, “Sayang, sedang masak apa?” Tak ada respon.

Si suami pun bergerak mendekati dapur hingga 9 meter dari istrinya dan bertanya lagi, “Sayang, sedang masak apa?” Masih tak ada jawaban.

Selanjutnya, dia berjalan ke ruang makan hingga 6 meter jarak dari istrinya, dan bertanya, “Sayang, sedang masak apa?”

Dia pun semakin berjalan mendekati dapur, sekitar 3 meter. “Sayang, sedang masak apa?” Lagi-lagi tidak ada jawaban.

Akhirnya, dia berada tepat di belakang istrinya, “Sayang, sedang masak apa?”

“James, untuk ke LIMA kalinya aku bilang, AYAM!”

Image Source: clker.com

Pesan moral: masalah terkadang bukan berada pada orang lain seperti yang kita pikirkan, melainkan ada pada diri kita sendiri.

Source

 

Originally translated by: Nisa Khoiriyah


Leave a comment

Jangan Melangkah Setengah Hati

Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya. (Q.S.  Ali Imran:159).

Setengah hati, mengapa tak boleh terjadi?

  1. Dalam batas tertentu, setengah hati membahayakan iman.
  2. Dalam batas tertentu, kegagalan terjadi karena setengah hati, bukan karena kita tidak mampu.
  3. Berdoa pun tidak boleh setengah hati.
  4. Karena dengan sepenuh hati, banyak yang hidup lebih panjang dari usianya.
  5. Pertolongan Allah datang ketika hati sudah bulat.

Hilangkan kebiasaan setengah hati

  1. Sadarilah hidup ini adalah persaingan yang keras.
  2. Bermusyawarahlah.
  3. Kalau tidak yakin di satu jalan, segera pindah ke jalan yang lain.
  4. Jangan dibiasakan menggagalkan rencana.
  5. Hati ini bukan milik kita, mintalah keteguhan hati kepada Yang Menguasainya.

Tiga tutup hati

Hati bisa tertutup oleh tiga hal

Pertama, Terlalu Bahagia

Jika kamu terlalu bahagia karena mendapatkan sesuatu, maka kamu adalah orang yang berhasrat tinggi. Dan yang berhasrat tinggi akan terhalang hatinya.

Kedua, Sedih karena kehilangan

Jika kamu sedih karena kehilangan, berarti kamu adalah pemurka. Dan pemurka akan diazab.

Ketiga, Gembira akan pujian

Jika kamu gembira dengan pujian, berarti kamu bangga diri. Dan bangga diri (sombong) amalnya gugur.

Dalil dari kesemua itu adalah, “Supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu.” (QS. Al-Hadid:23)


1 Comment

Lima Prinsip Kinerja Zig Ziglar

Sebagian besar kesuksesan berasal dari kinerja; apa yang kita lakukan dan bagaimana kita menginspirasi orang lain. Ada beberapa prinsip kinerja sederhana yang telah saya pelajari dalam hidup saya, dan saya ingin membaginya dengan Anda.

Prinsip ini fokus pada hal-hal yang dapat membawa kesuksesan, dan juga sebagai dasar untuk mengembangkan dan mempertahankan harapan untuk sukses.

 

Lima Prinsip Kinerja

1.  Kita mendapatkannya dari diri sendiri dan selebihnya dari apa yang kita pkirkan. Hidup kita berdasar pada pikiran kita. Jika Anda berpikir untuk gagal, maka Anda akan gagal. Jika Anda berpikir berani, maka Anda akan berani.

2. Yang membedakan antara baik dan unggul adalah latihan. Jika Anda ingin bergerak dari baik menjadi unggul, kuncinya adalah dengan membuat strategi latihan yang baik.

3. Anda menemukan apa yang Anda cari dalam hidup. Jika Anda mencari hal-hal baik, Anda akan menemukannya. Jika Anda mencari kesempatan untuk tumbuh dan sejahtera, Anda akan menemukan mereka. Jika Anda mencari teman dan rekan yang akan mendukung Anda, Anda akan menemukan mereka. Di sisi lain, jika Anda mencari cara untuk menipu, Anda akan menipu. Jika Anda mencari cara untuk meninggalkan pasangan Anda, Anda akan menemukan caranya. Ini merupakan kecenderungan alami manusia untuk mencari hal-hal yang akan membenarkan apa yang diinginkan.
Jika Anda tidak memiliki fondasi kejujuran, karakter, integritas, iman, kasih, dan kesetiaan, Anda akan tertarik untuk mencari kepuasan secara egois, yang membawa Anda ke kesengsaraan dan mimpi yang tak terwujud. Anda tidak akan pernah merasa cukup.

4. Jangan membuat janji di luar kemampuan Anda. Banyak orang yang berjanji ini-itu tapi tak bisa memenuhinya. Mungkin mereka tak pernah berniat untuk ingkar janji. Tapi, jika mereka tidak membuat rencana, mereka tidak akan dapat memenuhi janjinya. Jika Anda membuat komitmen masa depan, Anda harus memahami dan bersedia melakukan apa pun untuk menyelesaikan komitmen tersebut.

5. Kebahagiaan dan rasa syukur bisa kita miliki jika kita tahu bagaimana cara mendapatkannya. Anda akan mendapat apapun yang Anda inginkan jika Anda mau membantu orang lain mendapatkan apa yang mereka inginkan. Semua orang ingin kebahagiaan dan kegembiraan dalam kehidupan mereka. Dan Anda harus tahu hal-hal apa saja yang menghasilkan kebahagiaan sejati dan bagaimana cara menghasilkannya.

Disaat Anda mulai khawatir tentang hal-hal yang Anda inginkan dan hal yang tidak Anda miliki, saat itulah Anda akan kehilangan rasa syukur Anda terhadap apa yang sudah Anda miliki. Jika Anda tidak bersyukur, Anda tidak akan pernah merasa puas dengan hidup Anda. Sumber terbesar dari kebahagiaan adalah kemampuan untuk bersyukur setiap saat.

Source : http://www.getmotivation.com/motivationblog/2012/02/the-five-principles-of-performance-by-zig-ziglar/

 

Translated by : Nisa Khoiriyah